PAKU MARKA JALAN

Uncategorized

Bahan Marka Jalan-Coldplastic

1. Bahan Marka Coldplastic
a. Untuk Marka Garis
1). Bahan marka yang berupa Methyl Methacrylate (MMA) resin atau bahkan Poly Methyl Methacrylate (PMMA) resin yang dikombinasikan dengan agregat dan fillers menjadi bahan marka berbentuk cairan serta sesuai dengan ketentuan BS EN 1871:2000.

2). Penerapan sebagai bahan marka perlu ditambahkan katalis berupa Bonziyk Peroxide (BPO) dan bisa dalam bentuk cairan atau bubuk maksimum 150 (seratus lima puluh) gram perliter (metode pengujian menggunakan ASTM D 3690).

3). Untuk memantulkan cahaya perlu ditambahkan manik – manik kaca dengan ketentuan sesuai AASHTO M 247.

4). Memiliki nilai kekesatan (skid resistence) paling sedikit sebesar 45 (empat puluh lima) SRT berdasarkan ASTM 303-93:2013.

5). Waktu pengeringan yang dibutuhkan berkisar 7 (tujuh) menit – 15 (lima belas) menit dan paling lama 15(lima belas) menit – 20(Dua Puluh) menit untuk kering sempurna.

6.) Bahan/material yang digunakan diproduksi oleh perusahaan yang telah memiliki sertifikat manajemen mutu paling sedikit ISO 9001:2015 dan umur bahan/material tidak lebih dari 1 (satu) tahun dari tanggal produksi (tidak kadaluarsa)

7. Setiap bahan yang akan dipergunakan telah lulus uji laboratorium resmi dalam negeri atau luar negeri.

Bahan Marka Jalan-Termoplastic

Bahan Marka Termoplastic
a. Material terdiri dari pigmen, binder, manik – manik kaca (glass beads) dan extenders. Diaplikasi dalam bentuk cairan yang sebelumnya diproses melalui pemanasan serta sesuai dengan ketentuan AASHTO M-249-08.

b. Untuk memantulkan cahaya perlu ditambahkan manik – manik kaca dengan ketentuan sesuai AASHTO M 247.

c. Komposisi bahan marka Thermoplastic, sebagai berikut:

1. Warna Putih
a). Binder berupa bahan alami atau resin sintetis paling sedikit 18 % (delapan belas persen);

b). Manik-manik kaca (glass beads) berkirsar antara 30% (tiga puluh persen) – 40 % (empat puluh persen) dengan metode pengujian menggunakan AASHTO T250

c). Pigmen berupa titanium dioxide paling sedikit 10%(sepuluh persen) dengan metode pengujian menggunakan 10% ASTM D 276 untuk warna putih;

d). Kombinasi calcium carbonate dan inert fillers dengan komposisi paling banyak 42% (empat puluh dua persen).

2. Warna Kuning
a). Binder berupa bahan alami atau resin sintetis paling sedikit 18 % (delapan belas persen);
b). Manik-manik kaca (glass beads) berkisar antara 30% (tiga puluh persen)- 40% (empat puluh persen) dengan metode pengujian menggunakan ASHTO T 250;
c). Komposisi pigmen, calcium carbonate dan inert fillers komposisi paling banyak 52% (lima puluh dua) persen.

d. Bahan tidak melunak pada suhu dibawah 102,5° C (seratus dua koma lima) derajat Celcius kurang lebih 9,5° C (sembilan koma lima) derajat Celcius metode pengujian menggunakan ASTM D 36 dan berat jenis maksimal 2,15 (dua koma lima belas) kilogram per liter.

e. Waktu pengeringan setelah diaplikasikan pada permukaan jalan dengan ketebalan 3 (tiga) milimeter, tidak lebih dari 10 (sepuluh) menit pada suhu udara 32° C ( tiga puluh dua) derajat Celcius kurang lebih 2° C (dua) derajat celcius.

f. Memiliki nilai kekesatan (skid resistence) paling sedikit sebesar 45 (empat puluh lima) SRT berdasarkan ASTM 303-93:2013.

g. Bahan/material yang digunakan diproduksi oleh perusahaan yang telah memiliki sertifikat manajemen mutu paling sedikit ISO 9001:2015 dan umur bahan/material tidak lebih dari 1 (satu) tahun dari tanggal produksi(tidak kadaluarsa).

h. Setiap bahan yang akan dipergunakan telah lulus uji resmi dalam negeri atau luar negeri.

Warning Light Tenaga Surya

Warning Light Tenaga Surya

A. Umum
Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas adalah perangkat elektronik yang menggunakan isyarat lampu yang dapat dilengkapi dengan isyarat bunyi untuk mengatur Lalu Lintas orang dan/atau Kendaraan di persimpangan atau pada ruas Jalan.

B. Spesifikasi Teknis

  1. Kondisi Kerja
    a) Suhu Keliling : 5 s/d 70 derajat C
    b) Kelembaban nisbi : 0 s/d 95 %
    c) Mempunyai fasilitas untuk pengaman arus lebih yang menggunakan mini circuit breaker dan pengaman terhadap arus bocor menggunakan earth leakage circuit breaker serta dilengkapi pengaman dari gangguan petir.
    d) Bekerja dengan menggunakan sumber energi tenaga surya.
    e) Dapat dibebani lampu jenis LED.
  2. Syarat Bahan dan Konstruksi
    a) Satu unit alat pemberi isyarat lalu lintas terdiri dari :
    1) perangkat lampu aspek
    2) tiang/penyangga,dan
    3) kabel instalasi
    4) panel solar cell
    5) baterai
    6) kotak baterai
    b) Rumah perangkat kendali
    1) Rumah perangkat kendali harus dari plat baja alumunium tebal 2 mm
    2) Dilengkapi dengan pintu yang dapat dibuka dan dikunci
    3) Mempunyai tempat panel-panel dan kendali lampu lalu lintas
    4) Mempunyai lubang ventilasi udara yang dilengkapi penyaring udara dan anti bocor terhadap air hujan
    5) Dilengkapi kotak kendali manual yang dipasang pada bagian luar rumah perangkat kendali yang mempunyai pintu yang terkunci dan terpisah dari pintu utama kendali.
    c) Perangkat Kendali
    1) Perangkat Kendali harus dibuat dari komponen-komponen elektronika aktif maupun pasif, papan sirkit tercetak (PCB) dan elektronika penuh serta rangka yang mempunyai ketahanan suhu 5 derajat s/d 70 derajat dengan kelembapan nisbi maksimum 95%.
    2) Semua IC harus terpasang melalui soket IC (tidak terpatri langsung) untuk kemudahan pemeliharaan dengan socket berkualitas tinggi dengan penjepit ganda.
    3) Semua modul peralatan harus dilapisi dengan bahan yang dapat menghindarkan terjadinya konduktivitas yang tidak dikehendaki akibat endapan atau bocoran.
    4) Rangka kendali harus dibuat dari bahan besi siku anti karat, konstruksinya harus simetris dan halus.
    5) Disain perangkat kendali harus sedemikian rupa sehingga menjadi modul-modul yang mudah dirawat untuk perbaikan dan pengembangan.
    6) Setiap modul harus mempunyai panel indikator yang mudah dilihat
    d) Rumah perangkat Lampu Aspek
    1) Rumah (kotak) dan topi yang menempel pada penutup depan dengan ketentuan :
    (a) bahan dari plat alumunium dengan tebal 20 mm
    (b) Bentuk setiap aspek box (kotak) lampu harus sama sehingga dapat dipertukarkan tempatnya dalam susunan dua atau tiga aspek
    2) Sistim optik terdiri dari
    (a) Reflektor dari bahan ahxrymium yang mengkilat atau bahan lain yang tidak berkarat dan tidak pudar mengkilatnya.
    (b) Lensa diffuse yang dilengkapi karet penahan, bahan dari kaca tahan papas dengan warna merah, kuning ambar atau hijau yang tidak pudar warnanya dengan diameter 20-30 cm dan anti effek phantom.
    e) Perangkat Lampu Aspek.
    Lampu Isyarat Aspek
    1) Ukuran : Ø 20-30 cm
    2) Jenis : Lampu Hemat Energi
    3) Tegangan : Max 48 V DC
    4) Jaminan pemakaian: 3 tahun
    f) Panel surya
    Panel surya berfungsi sebagai catudya yang menghasilkan energi listrik dari energi matahari.
    g) Baterai
    Baterai berfungsi untuk menyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh tenaga surya.
    1) Baterai
    a) Jenis : Absorbed Glass Mat atau Lithium Ion
    b) Tegangan Kerja : Max 48 V DC
    c) Kapasitas : 70 Ah
    2) Batterai Charger
    Tegangan Max. : Max 48 V DC
    3) Jaminan Pemakaian : 3 Tahun
    h) Kotak Baterai
    1) Kotak baterai, merupakan tempat atau rumah pengaman untuk menempatkan peralatan seperti baterai, BCU (Charge controller), dan terminal dengan jenis outdoor agar terlindungi dari cuaca ekstrim dan kriminalitas.
    2) Kotak utama /baterai terbuat dari bahan non korosif.
    3) Pada kotak baterai diberi nomor kodefikasi untuk keperluan database dan memudahkan pemeliharaan, dengan spesifikasi kotak baterai :
    a) Bahan : Besi plat galvanized
    b) Ukuran : disesuaikan dengan volume baterai yang akan disuplai
    i) Power Supply
    Power supply adalah tenaga listrik yang diperoleh dari energi surya tersebut.
  3. Syarat Mutu
    a) Sifat Tampak
    1) Rumah kendali dan rumah aspek dalam keadaan baru, tidak cacat, terbuat dari bahan dan bentuk yang disyaratkan.
    2) Perangkat kendali dalam keadaan baru, tidak cacat, terbuat dari bahan/komponen yang diisyaratkan.
    3) Papan sirkuti tercetak harus mempunyai jalur-jalur pengkawatan yang teratur dan hasil pantrian harus rapi dan bersih.
    4) Pernagkat lampu aspek harus dalam keadaan baru, tidak cacat dan terbuat dari bahan/komponen yang diisyaratkan.
    b) Untuk Kerja
    Keandalan dari suatu alat pemberi isyarat lalu lintas harus memnuhi syarat berikut:
    1) Lampu bekerja pada kondisi kerja yang ditentukan dalam spesifikasi teknis.
    2) Semua instrumen pengatur harus mudah dicapai oleh petugas sehingga mjudah dalam pengoperasiannya.
    3) Sistem instrumen pengatur harus mudah dicapai oleh petugas sehingga mudah dalam pengoperasiannya.
    4) Perangkat kendali harus tetap mampu bekerja bila menerima getaran yang berasal dari pengoperasiannya kendaraan bermotor.
    5) Semua fungsi kerja dari perangkat kendali maupun perangkat lampu lalu lintas harus bekerja dengan sempurna sebagaimana ditentukan dalam spesifikasi teknis.
    c) Syarat Penandaan
    Papan nama untuk pengaturan lalu litas paling sedikit harus mencantumkan sebagai berikut :
    1) Jenis alat pemberi isyarat lalu lintas
    2) Nama pabrik pembuat
    3) Nomor seri
    4) Tahun pembuatan
    5) Tegangan dan frekwensi pengenal
    6) Blok diagram rangkaian
    d) Setiap bahan Warning Light Tenaga Surya yang akan dipergunakan harus lulus uji laboratorium dengan menunjukan sertifiasi uji laboratorium berskala Nasional atau Intersional.
  4. Bahan dan Petunjuk Teknis Pemasangan
    a) Peralatan Penunjang.
    1. Tiang Lampu Pengatur Lalu Lintas
    Tiang Lampu Pengatar Lalu Lintas adalah pipa galvanis dengan ukuran masing-masing :
    (a) Untuk tiang lurus dan patok pengaman diameter 4 inchi dengan ketebalan minimum 4mm.
    (b) Panjang pipa adalah:
    – 400 cm untuk tiang lurus
    – 200 cm untuk patok pengaman
    Seluruh pipa tiang harus di cat dengan menie besi sebelum dipasang.
    (c) Kabel tenaga harus menggunakan kabel NYFGBY 4 X 6 mm2
    b) Cara Pemasangan
    1. Tiang Lampu Warning Light
    Sebelum pemasangan tiang harus dicat terlebih dahulu dengan cat menie besi dengan Cara pemasangan adlah
    (a) Tiang alat pemberi isyarat lalu lintas dipasang dengan jarak paling dekat 60 cm dari jalur kendaraan atau lihat gambar terlampir.
    (b) Tiang pemberi isyarat lalu lintas dipasang dengan jarak 100 cm dari permukaan pembelokan tepi jalan seperti gambar terlampir.
    (c) Ukurang standar tiang dan pondasi selengkapnya sesuai dengan gambar terlampir.
    (d) Untuk berbagai keadaan jalan, pemasangan tiang alat pemberi isyarat lalu lintas seperti gambar terlampir.
  5. Pemeliharaan
    Untuk terjaminnya fungsi warning light guna ketertiban, kelancaran dan keamanan gerakan arus lalu lintas jalan, maka :
    1. Segala benda-benda yang mengakibatkan halangan bagi pandangan pemakai jalan terhadap warning light harus dihilangkan,
    2. Disekitar tiangnya harus dijaga kebersihan dari rumput-rumput yang tumbuh atau kotoran-kotoran lainnya.
    3. Mengadakan pengecatan kembali terhadap tiang, box bila ternyata cat-catnya sudah pudar.
    4. Pemeliharaan terhadap keadaan teknis peralatan
    5. Membebankan modul-modul akibat dari kotoran debu
    6. Memeriksa dan membersihkan terminal-terminal kabel dari debu dan kotoran
    7. Memeruksa keadaan kabel-kabel , apabila ada yang terkelupas segera dibungkus kembali dengan isolasi yang bermutu baik
    8. Membersihkan reflektor, kaca dan terminal warning light dari pengaruh debu dan kotoran
    9. Mengganti lampu yang putus

Apa itu Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas

Pengertian Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas

Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas adalah perangkat elektronik yang menggunakan isyarat lampu yang dapat dilengkapi dengan isyarat bunyi untuk mengatur lalu lintas orang/dan atau kendaraan di persimpangan atau pada ruas jalan.

Spesifikasi Teknis Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas

  1. Kondisi Kerja
    a. Suhu Keliling : 5 s/d 70 derajat C
    b. Kelembaban Nisbi : 0 s/d 95 %
  2. Spesifikasi Teknis Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas
    a. Menggunakan sistem modul sehingga mempermudah dalam perawatan, perbaikan dan pengembangan dengan menggunakan konektor yang memenuhi kualitas standar yang ada.

b. Mempunyai kemampuan untuk mengatur lalu lintas minimal dengan dasar 8 kelompok sinyal untuk kendaraan dan 8 kelompok sinyal untuk pejalan kaki yang dapat dikembangkan sampai 32 kelompokk sinyal atau lebih

  1. Mempunyai Kemampuan Untuk :
    a. 4(empat) program penyalaan yang dapat dikembangkan sampai 16 (enambelas) program penyalaan atau lebih.

b. Pemindahan program dan kedip secara otomatis baik dengan elektronik penuh, switch secara mekanik atau secara manual.

c. Maksimum dari siklus penyalaan skala besar dalam 3 (tiga) digital desimal

d. Mempunyai kemampuan program tunggal/single program tetap dan atau multi program serta flashing.

e. Harus dilengkapi alat pemula kerja program penyalaan pengatur lampu lalu lintas dimana lampu kuning/ambar harus menyala kedip terlebih dahulu, disusul kemudian dengan menyala tanpa kedip kuning/ambar semua masing – masing dengan waktu yang dapat diprogram.

f. Penyalaan program waktu, setip aspek lampu warna dapat diprogram waktunya.

g. Dilengkapi dengan peralatan pengendali manual yang dapat dikendalikan oleh petugas untuk perpanjangan dan memperpendek lampu hijau serta kedip

h. Mempunyai lampu indikator yang bekerja bila keadaan fault.

i. Mempunyai fasilitas untuk pendeteksian “conflict green” dan “conflict signal” dalam keadaan fault fasilitas ini otomatis menyalakan lampu kedip atau flashing.

j. Mempunyai fasilitas untuk pengaman arus lebih yang menggunakan mini circuit breaker dan pengaman terhadap arus bocor menggunakan earth leakage circuit breaker serta dilengkapi pengaman dari gangguan petir.

k. Bekerja pada tengangan minimal 220 volt.

i. Dapat dibebani lampu pijar maupun halogen minimal 600 VA per signal atau lampu kenis LED.

m. Dapat dikoordinasikan dengan alat sistem APILL Terkoordinasi (ATCS) seperti detektor dan display info simpang.

© 2020 - Paku Marka Jalan - Bogor, Jawa Barat - Indonesia Developed By GTM

Open chat