PAKU MARKA JALAN

Artikel

Bahan & Perawatan Convex Mirror

Convex Mirror
Convex Mirror merupakan kelengkapan tambahan pada jalan yang berfungsi sebagai alat untuk menambah jarak pandang pengemudi kendaraan bermotor.Umumnya dipasang pada tepi jalan pada lokasi-lokasi dimana pandangan pengemudi kendaraan bermotor sangat terbatas atau terhalang khususnya pada tikungan tajam dan persimpangan.

Ukuran dan Bahan Convex Mirror
a. Pembuatan convex mirror dapat menggunakan cermin cembung dari bahan acrylic;
b. Tebal dan diameter cermin sebagaimana tersebut diatas adalah masing masing sebesar 3 milimeter dan tidak kurang dari 90cm;
c. Convex Mirror dilengkapi dengan bingkai dan topi cermin;
d. Tiang penyangga dibuat dari besi galvanis dengan ukutan diameter 2,5 inchi;
e. Tinggi Convex Mirror 2,5 meter disesuaikan dengan hasil manajemen dan rekayasa lalu lintas;
f. Pada bagian belakang Convex Mirror dibubuhi Sticker perlengkapan jalan tulisan sumber pendanaan, tahun anggaran dan isi pasal 275 UU Nomor 22/2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkatan Jalan, contoh gambar sticker terlampir;
g. Setiap bahan Convex Mirror yang dipergunakan harus lulus uji laboratorium dengan menunjukkan sertifikat uji laboratorium berskala Nasional atau Internasional.

Pemasangan Convex Mirror
Pemasangan Convex Mirror dilakukan dengan cara :
a. Pembuatan lubang pondasi kedalaman dan dasar lubangnya disesuaikan dengan gambar desain yaitu 600 x 600 x 600 mm;
b. Pada bagian tiang yang tertanam ditanah harus dipasang angkur paling sedikit 2 (dua) buah;
c. Untuk melindungi tiang dari kemungkinan turun, dasar lubang harus dikeraskan dengan lapisan pasir padat minimal setebal 10 cm;
d. Tiang cermin tikungan harus dipaasng pada posisi tegak lurus, ketinggian disesuaikan dengan kebutuhan di lokasi;
e. Untuk memberikan kepadatan yang maksimal tanah di pinggir pondasi harus dipadatkan dengan alat pemadat (stamper);
f. Bagian pondasi yang menonjol diatas permukaan tanah 10 cm.

Pemasangan tiang cermin tikungan merupakan pekerjaan yang harus dilakukan secara cermat dan teliti, untuk itu perlu pemeriksaan ketinggian dan jarak sampai akurasi 10 mm (1cm)

3. Umur teknis Convex Mirror adalah selama 5 tahun

Pemeliharaan Convex Mirror
Untuk menjaga kondisi cermin tikungan agar tetap berfungsi sebagaimana mestinya, maka :
1. Segala benda-benda yang ada disekitar Convex Mirror yang dapat mengakibatkan berkurangnya arti dan fungsi Convex Mirror tersebut harus di hilangkan/disingkirkan;
2. Convex MIrror yang kotor harus dibersihkan sehingga tampak jelas sekali;
3. Meluruskan kembali tiang yang bengkok sehingga kembali ke keadaan semula;
4. Secepatnya diganti Convex Mirror yang baru bila terjadi kehilangan sama sekali atau rusak berat yang tak mungkin dapat diperbaiki lagi.

Tanda Patok Tikungan (Delineator)

Tanda Patok Tikungan (Delineator)

1. Bahan Delineator
Delineator dapat terbuat dari pipa besi atau pipa plastik yang dilengkapi dengan bahan bersifat reflektif.

2. Bentuk, Ukuran dan Warna Delineator
a. Pipa Besi
1) Pipa besi sebagaimana yang dimaksud diatas berdiameter 100 mm, ketebalan 2 mm dengan panjang 1.100 mm yang dilengkapi dengan 2 buah reflektor ASTM tipe IV yang dilekatkan pada plat alumunium ukuran 50 x 181 mm yang berwarna merah dan putih;
2) Letak pipa sebagaimana dimaksud di atas searah dengan lalu lintas dan warna reflektornya disesuaikan dengan warna dan fungsi sebagaimana dalam Keputusan Menteri Perhubungan.
3) Pipa besi sebagaimana dimaksud harus dengan dicat warna hitam dan kuning bergantian dengan warna hitam di ujung paling atas;
4) Bentuk dan ukuran delineator dari pipa besi sebagaimana dalam lampiran surat ini;
5) Pada bagian belakang delineator dibubuhi Sticker perlengkapan jalan tulisan sumber pendanaan, tahun anggaran dan isi pasal 275 UU Nomor 22.2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
6) Setiap bahan Delineator yang akan dipergunakan harus lulus uji laboratorium dengan menunjukkan sertifikat uji Laboratorium berskala Nasional atau Internasional

b. Pipa Plastik
1) Pipa plastik sebagaimana yang dimaksud diatas, mempunyai panjang 1.250 mm dan penamang menyerupai segitiga sama kaki dengan panjang kaki 150 mm, lebar 105 mm dan dilengjapi dengan 2 macam reflektor ASTM tipe IV yang dilekatkan pada plat alumunium ukuran 50 x 181 mm yang berwarna merah dan putih;
2) Letak pipa sebagaimana dimaksud diatas searah dengan lalu lintas dan warna reflektornya disesuaikan dengan warna dan fungsi sebagaimana dalam Keputusan Menteri Perhubungan tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pemakai Jalan;
3) Pipa plastik sebagaimana dimaksud harus dengan dicat warna hitam dan putih bergantian dengan warna hitam di ujung paling atas.
4) Bentuk dan ukuran delineator dari pipa plastik sebagaimana dalam lampiran.
5) Pada bagian belakang delineator dibubuhi Sticker perlengkapan jalan tulisan sumber pendanaan,.
6) Setiap bahan delineator yang akan dipergunakan harus lulus uji laboratorium dengan menunjukkan sertifikat uji laboratorium berskala Nasional atau Internasional.

Pemasangan Delineator
a. Pemasangan delineator mengacu pada keputusan Menteri Perhubungan.
b. Lokasi serta jarak pengulangan penempatan delineator disesuaikan dengan hasil manajemen dan rekayasa lalu lintas.
c. Syarat Konstruksi
1) Bagian dasar galian diberi perkerasan adukan campuran semen dan pasir dengan ketebalan 100 mm;
2) Pondasi beton kurang lebih setara dengan Beton Mutu K-175 atau dengan kata lain mempunyai kuat tekan 175 kg/cm2
3) Ukuran pondasi setiap tiang masing-masing adalah
a) Sisi bagian atas : 300 mm
b) Sisi bagian bawah : 500 mm
c) Kedalaman : 600 mm
4) Ukuran galian tanah adalah 500 X 500 mm dengan kedalaman 600 mm;
4. Umur teknis delineator adalah selama 5 tahun

Pemeliharaan Delineator
Untuk menjaga kondisi delineator agar tetap berfungsi sebagaimana mestinya, maka :
1. Segala benda – benda yang ada disekitar delineator yang dapat mengakibatkan berkurangnya arti dan fungsi delineator tersebut harus dihilangkan/disingkirkan;
2. Delineator yang kotor harus dibersihkan sehingga tampak jelas sekali;
3. Meluruskan kembali tiang yang bengkok sehingga kembali ke keadaan semula;
4. Secepatnya digantu delineator yang baru bila terjadi kehilangan sama sekali atau rusak berat yang tak mungkin dapat diperbaiki lagi.

Speed Tables

Pengertian Speed Tables

Speed tables dikenal dengan flat-topped speed humps, dan memiliki susunan material berupa aspal ataupun beton. Speed tables juga dikenal dengan trapezoidal humps atau speed platforms. Jika ditandai dengan zebra cross, speed tables bisa juga dinamakan raised crosswalks atau raised crossings (Parkhill et al, 2007).

Speed tables umumnya mempunyai ukuran tinggi dari 76 mm sampai 90 mm (3 – 3,5 inch) dengan panjang sekitar 6,7m (22 ft) dan speed tables umumnya terdiri dari 3,1 m (10 ft) bagian datar dan 1,8 m (6 ft) bagian miring di kedua sisi yang bisa berbentuk lurus, parabolik, atau profil sinusiodal. Secara umum hasil dari pemantauan kecepatan rata-rata berkisar antara 40 – 48 km/jam (25 – 30 mph) pada jalan tergantung pada jarak antar speed tables (Parkhill et al, 2007).

Bahan dan Ukuran Rambu Lalu Lintas Serta Cara Pemeliharaannya

Rambu Lalu Lintas Jalan
Bagian perlengkapan jalan yang berupa lambang, huruf, angka, kalimat, dan/atau perpaduan yang berfungsi sebagai peringatan, larangan, perintah, atau petunjuk bagi pengguna Jalan.

Bahan dan Ukuran
Persyaratan teknis daun rambu adalah sebagai berikut :
a) Bahan
1) Plat Alumunium
Plat alumunium memiliki ketebalan minimal 2,0 mm (termasuk reflective sheeting).
2) Bahan logam lainnya
Bahan logam lainnya merupakan bahan logam tertentu selain alumunium dengan syarat :
(a) Tahan terhadap proses korosi dan oksidasi, dengan atau tanpa pencegah korosi dan oksidasi, termasuk bagian untuk sambungan baut;
(b) Mempunyai tebal minimal 0,8 mm.
3) Bahan komposit alumunium (ACP) dengan ketebalan minimal 3,0 mm.
4) Bahan non logam merupakan bahan non logam tertentu dengan syarat-syarat bahan :
(a) Mempunyai ketahanan terhadap :
(1) Cuaca, dengan metode uji setara ASTM G.53-88;
(2) Kelembapan nisbi, dengan metode uji setara ASTM D.227-97;
(3) asam, dengan metode uji setara ASTM D.1308-87;
(4) Kelapukan;
(5) Uji mekanik meliputi, daya lengkung dan patah.

(b)Mempunyai tebal minimal 2,0 mm.

b)Ukuran daun rambu mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM61 Tahun 1993 Tentang Rambu Rambu Lalu Lintas di Jalan.

c) Permukaan bagian depan harus dibubuhi inisial “Perhubungan” atau logo perhubungan dan Pada bagian belakang daun rambu dibubuhi Stiker perlengkapan jalan tulisan sumber pendanaan tahun anggaran dan isi pasal 275 UU Nomor 22/2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pemeliharaan Rambu Lalu Lintas
Untuk menjaga kondisi rambu agar tetap berfungsi sebagaimana mestinya, maka :
1. Segala benda-benda yang ada disekitar rambu yang dapat mengakibatkan berkurangnya arti dan fungsi rambu tersebut harus dihilangkan/disingkirkan;
2.Permukaan daun rambu yang kotor harus dibersihkan sehingga tampak jelas sekali;
3. Meluruskan kembali tiang yang bengkok sehingga kembali ke keadaan semula;
4. Secepatnya diganti rambu yang baru bila terjadi kehilangan sama sekali atau rusak berat yang tak mungkin dapat diperbaiki lagi.

Tata Cara Pemasangan Rambu Lalu Lintas

Tata Cara Pemasangan Rambu Lalu Lintas
Pemasangan rambu lalu lintas jalan meliputi kegiatan :
a. Peletakan daun rambu pada tiang rambu;
Daun rambu yang telah dilapisi dengan lembaran reflektif, diletakan pada tiang rambu dengan menggunakan baut yang dikencangkan.
b. Pembuatan pondasi dan peletakan rambu untuk rambu tiang tunggal dengan syarat :
1) Ukuran pondasi ram
bu dibentuk dengna papan untuk bekesting dan setiap tiang masing-masing berukuran :
a) Pengecoran di luar
(1) Sisi bagian atas : 250 mm
(2) Sisi bagian bawah : 400 mm
(3) Kedalaman : 600 mm
b) Pengecoran setempat
(1) Sisi bagian atas : 250 mm
(2) Sisi bagian bawah : 500 mm
(3) Kedalaman : 500 mm
2) Bagian tiang rambu yang terbenam pada pondasi sedalam 600 mm;
3) Bagian dasar galian pondasi diberi lapisan pasir yang dipadatkan dengan ketebalan 100mm;
4) Pondasi beton kurang lebih setara dengan Beton Mutu K-175 atau dengan kata lain mempunyai kuat tekan 175 kg/cm2;
5) Bagian pondasi diatas permukaan tanah setinggi 100mm.

c. Pembuatan pondasi dan peletakan rambu sebagaimana untuk jenis konstruksi tiang rambu tiang f, kupu-kupu:
1) Ukuran pondasi rambu dibentuk dengan papan untuk bekesting dan setiap tiang masing-masing berukuran :
– Sisi bagian atas : 600 mm;
– Sisi bagian bawahh : 600 mm;
– Kedalaman : 1150 mm;
atau disesuaikan dengan ukuran rambu

2) Bagian dasar pondasi diberi lapisan pasir yang dipadatkan setebal 150 mm.
3) Pondasi beton kurang lebih setara dengan Beton Mutu K-250 atau dengan kata lain mempunyai kuat tekan 250 kg/cm2 dengan ukuran 600x600x1000 mm.
4) Pada bagian atas pondasi dipasang plat logam sejenis dengan tiang rambu ukuran 400x400x12 mm serta 4 buah angkur baut dengan diameter 19 mm dan panjang 600 mm.
5) Pondasi untuk rambu dengan ukuran dan bentang rangka baja yang besar disesuaikan dengan kondisi kekuatan daya dukung tanah setempat serta beban yang terjadi sehingga dapat dipertanggungjawabkan kekuatannya;
6) Bagian pondasi diatas permukaan tanah setinggi 200mm atau disesuakian dengan permukaan tanah dan jalan.

d. Pembuatan pondasi dan peletakan rambu sebagaimana untuk jenis konstruksi tiang rambu portal (ukuran bentang 18 m):
1) Ukuran pondasi rambu dibentuk dengan papan untuk bekesting dan setiap tiang masing-masing berukuran :
– Sisi bagian atas : 800 mm;
– Sisi bagian bawah : 800 mm;
– Kedalaman : 1950 mm.
atau disesuaikan dengan ukuran bentang portal.
2) Bagian dasar pondasi diberi lapisan pasir yang dipadatkan setebal 150 mm.
3) Pondasi beton kurang lebih setara dengan beton mutu K-250 atau dengan kata lain mempunyai kuat tekan 250 kg/cm2 dengan ukuran 800x800x1800 m.
4) Pada bagian atas pondasi diapasang plat logam sejenis dengan tiang rambu ukuran 650x650x22 m serta 6 buah angkur baut dengan diameter 22 mm dan panjang 1000 mm.
5) Pondasi untuk rambu dengan ukuran dan bentang rangka baja yang besar disesuaikan dengan kondisi kekuatan daya dukung tanah setempat serta beban yang terjadi sehingga dapat dipertanggungjawabkan kekuatannya;
6) Bagian pondasi diatas permukaan tanah sehingga 200mm atau disesuaikan dengan permukaan tanah dan jalan.

Bahan dan Petunjuk Teknis Pemasangan Warning Light Tenaga Surya

Bahan dan Petunjuk Teknis Pemasangan Warning Light Tenaga Surya
a) Peralatan Penunjang.
1) Tiang Lampu Pengatur Lalu Lintas
Tiang Lampu pengatur Lalu Lintas adalah pipa galvanis dengan ukuran masing-masing :
(a) Untuk tiang lurus dan patok pengaman diameter 4 inchi dengan ketebalan minumum 4 mm.
(b) Panjang pipa adalah:
– 400 Cm untuk tiang lurus
– 200 Cm untuk patok pengaman
Seluruh pipa tiang dicat dengan menie besi sebelum dipasang.
(c) Kabel tenaga harus menggunakan kabel NYFGBY 4 x 6 mm2.
b) Cara Pemasangan
1) Tiang Lampu Warning Light
Sebelum pemasangan tiang harus dicat terlebih dahulu dengan cat menie besi dengan Cara pemasangan adalah
(a) Tiang alat pemberi isyarat lalu lintas dipasang dengan jarak paling dekat 60 Cm dari tepi jalur kendaraan atau lihat gambar terlampir.
(b) Tiang pemberi isyarat lalu lintas dipasang dengan jarak 100 Cm
dari permukaan pembelokan tepi jalan seperti gambar terlampir

2) Patok Pengaman
(a) Patok pengaman diletakkan 50 Cm dari tiang warning light atau rumah perangkat kendali warning light.
(b) Jumlah patok pengaman paling sedikit 3 (tiga) buah untuk setiap alat pemberi isyarat lalu lintas maupun rumah perangkat kendali alat pemberi isyarat lalu lintas.

3) Penempatan Warning Light disesuaikan dengan daerah kebutuhannya, dan dilengkapi dengan pemasangan pita penggaduh.

Pada tiang Warning Light Tenaga Surya dibubuhi Stiker perlengkapan jalan tulisan sumber pendanaan, tahun anggaran dan isi pasal 275 UU Nomor 22 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, contoh gambar sticker terlampir, dengan posisi mudah terlihat.

Pemeliharaan Warning Light Tenaga Surya
Untuk terjaminnya fungsi warning light guna ketertiban, kelancaran dan keamanan gerakan arus lalu lintas jalan, maka :
1. Segala benda-benda yang mengakibatkan halangan bagi pandangan pemakai jalan terhadap warning light harus dihilangkan.
2. Disekitar tiangnya harus dijaga kebersihan dari rumput-rumput yang tumbuh atau kotoran-kotoran lainnya.
3. Mengadakan pengecatan kembali terhadap tiang, box bila ternyata cat-catnya sudah pudar.
4. Pemeliharaan terhadap keadaan teknis peralatan
5. Membebankan modul-modul akibat dari kotoran debu
6. Memeriksa dan membersihkan terminal-terminal kabel dari debu dan kotoran.
7. Memeriksa keadaan kabel-kabel, apabila ada yang terkelupas segera dibungkus kembali dengan isolasi yang bermutu baik.
8. Membersihkan reflektor, kaca dan terminal warning light dari pengaruh debu dan kotoran.
9. Mengganti lampu yang putus

Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas Tenaga Surya

Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas Tenaga Surya
Alat pemberi isyarat Lalu Lintas Tenaga Surya adalah perangkat elektronik yang menggunakan isyarat lampu yang dapat dilengkapi dengan isyarat bunyi untuk mengatur lalu lintas orang dan/atau Kendaraan di persimpangan atau pada ruas Jalan.

Spesifikasi Teknis
1. Kondisi Kerja
a. Suhu Keliling : 5 s/d 70 derajat C
b. Kelembaban Nisbi : 0 s/d 95 %

2. Spesifikasi Teknis Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas
a. Menggunakan sistem modul sehingga mempermudah dalam perawatan, perbaikan dan pengembangan dengan menggunakan konektor yang memenuhi kualitas standar yang ada.
b. Mempunyai kemampuan untuk mengatur lalu lintas minimal dengan dasar 8 kelompok sinyal untuk kendaraan dan 8 kelompok sinyal atau lebih.

3.Mempunyai Kemampuan Untuk :
a. 4 (empat) program penyalaan yang dapat dikembangkan sampai 16 program penyalaan atau lebih.
b. Pemindahan program dan kedip secara otomatis baik dengan elektronik penuh, switch secara mekanik atau secara manual.
c. Maksimum dari siklus penyalaan skala besar dalam 3 digital desimal.
d. Mempunyai kemampuan program tunggal/single program tetap dan atau multi program serta flashing.
e. Harus dilengkapi alat pemula kerja program penyalaan pengatur lampu lalu lintas dimana lampu kuning/amber harus menyala kedip lebih dahulu, disusul kemudian dengan menyala tanpa kedip kuning/ambar semua, masing-masing dengan waktu yang dapat diprogram.
f. Penyalaan program waktu, setiap aspek lampu warna dapat diprogram waktunya.
g. Dilengkapi dengan peralatan pengendali manual yang dapat dikendalikan olah petugas untuk perpanjangan dan memperpendek lampu hijau serta kedip
h. Mempunyai lampu indikator yang bekerja bila keadaan fault.
i. Mempunyai fasilitas untuk pendeteksian “conflict green” dan “Conflict signal” dalam keadaan fault fasilitas ini otomatis menyalakan lamppu kedip atau flashing.
j. Tenaga berasal dari sinar matahari di rubah menjadi tenaga listrik melalui alat yang bernama Solar Cell/ Sel Surya dengan kapasitas 50 watt (menghasilkan tenaga listrik sebesar 50 watt pada saat matahari bersinar maksimal) pada tegangan 12 Volt DC
k. Tenaga Listrik yang diperoleh kemudian disimpan pada media penyimpanan listrik berupa battery. Battery yang digunakan berjenis Absorbed Glass Mat khusus untuk Solar Cell kapasitas 50 Ah, Tegangan Kerja Max 48 Volt DC.
i. Wajib dilengkapi dengan switch control power supply yang berfungsi untuk merubah Tenaga surya menjadi tenaga listrik.
m. Dapat dibebani lampu pijar maupun halogen minimal 600 VA per signal atau lampu jenis LED.
n. Dapat dikoordinasikan dengan alat sistem APILL Terkoordinasi (ATCS) seperti detektor dan displau info simpang.
o. Listrik yang tersimpan dalam battery digunakan untuk menjalankan system APILL seperti pada umumnya 24 jam dalam sehari.
p. Untuk hubungan antar tiang tidak mempergunakan kabel seperti pada APILL pada umumnya, tetapi menggunakan frekuensi radio melalui alat RF transceiver.

Pemeliharaan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas Tenaga  Surya
Untuk terjaminnya fungsi alat pemberi isyarat lalu lintas guna ketertiban, kelancaran dan keamanan gerakan arus lalu lintas di persimpangan jalan, maka
1. Segala benda-benda yang mengakibatkan halangan bagi pandangan pemakai jalan terhadap alat pemberi isyarat lalu lintas harus dihilangkan.
2. Disekitar tiangnya harus dijaga kebersihan dari rumput-rumput yang tumbuh atau kotoran-kotoran lainnya.
3. Mengadakan pengecatan kembali terhadap tiang, box bila ternyata cat-catnya sudah pudar.
4. Pemeliharaan terhadap keadaan teknis peralatan
5. Membebaskan modul dari kotoran debu
6. Memeriksa dan membersihkan terminal-terminal kabel dari debu dan kotoran
7. Memeriksa keadaan kabel-kabel, apabila ada yang terkelupas segera dibungkus kembali dengan isolasi yang bermutu baik
8. Membersihkan reflektor, kaca dan terminal alat pemberi isyarat lalu lintas dari pengaruh debu dan kotoran
9. Mengganti bola lampu yang putus
10. Dalam waktu tertentu harus diadakan pemeriksaan terhadap programing, alat pemberi isyarat lalu lintas tersebut.

Bahan Marka Prefabricated Marking

Bahan Marka Prefabricated Marking

a. Preformed Thermoplastic
1. Material terdiri atas pigmen, binder, manik – manik kaca (glass beads) dan extenders yang diaplikasikan dalam bentuk marka utuh (bentuk jadi) yang sebelumnya telah diproses oleh pabrik.Material yang telah diproses dapat berupa marka garis, Marka Lambang, dan marka lainnya serta sesuai dengan ketentuan AASHTO M-249-98.

2. Bahan marka bentuk utuh (prefabricated marking) memungkinkan instalasi marka huruf dan lambang tanpa tumpang tindih.

3. Komposisi bahan marka prefabricated, sebagai berikut :
a. Warna putih
(1) Binder berupa bahan alami ataupun resin sintetis paling sedikit 18% (delapan belas persen).
(2) Manik – manik kaca (glass beads) berkisar antara 30% (tiga puluh persen) – 40% (empat puluh persen) dengan metode pengujian menggunakan AASHTO T 250;
(3) Pigmen berupa titanium dioxide paling sedikit 10% (sepuluh persen) dengan metode pengujian menggunakan ASTM D 476;

b. Warna lainnya
(1) Binder berupa bahan alami ataupun resin sintetis paling sedikit 18% (delapan belas persen)
(2) Manik – manik kaca (glass beads_ berkisar antara 30% (tiga puluh persen) – 40 % (empat puluh persen) dengan metode pengujian menggunakan AASHTO T 250;
(3) Pigmen, calcium carbonate dan inert fillers dengan komposisi paling banyak 52% (lima puluh dua persen).

4. Bahan tidak melunak pada suhu dibawah 102,5° C(seratus dua koma lima) derajat Celcius kurang lebih 9,5° C (sembilan koma lima) derajat celcius metode pengujian menggunakan ASTM D 36 dan berat jenis maksimal 2,15 (dia koma lima belas) kilogram per liter.

5. Waktu pengeringan setelah diaplikasikan pada permukaan jalan dengan ketebalan 3 (tiga) milimeter, tidak lebih dari 10 (sepuluh) menit pada suhu udara 32° C (tiga puluh dua) derajat Celcius kurang lebih 2° C.

6. Memiliki nilai kekesatan (skid resistence) paling sedikit sebesar 45 (empat puluh lima) SRT berdasarkan ASTM 303-93:2013.

7. Bahan/material yang digunakan diproduksi oleh perusahaan yang telah memiliki sertifikat manajemen mutu paling sedikit ISO 9001:2015 dan umur bahan/material tidak lebih dari 1(satu) tahun dari tanggal produksi (tidak kadaluarsa).

8. Setiap bahan yang akan dipergunakan telah lulus uji laboratorium resmi dalam negeri atau luar negeri.

Cara Pemasangan Alat Pemberi Isyarat  Lalu Lintas

Cara Pemasangan Alat Pemberi Isyarat  Lalu Lintas
1) Pipa pelindung
Untuk pemasangan pipa pelindung kabel (Duct) adalah sebagai berikut
a) Pipa dapat dipasang sebelum atau selama pemasangan kabel.
b) Pipa harus diletakkan seluruh mungkin dan sambungan antar pipa harus kuat untuk mencegah pergeseran bagian bagian yang disambung yang dapat mengakibatkan kerusakan kabel.
c) Setiap ujung pipa harus dengan kuat atau bahan lainnya yang tak mudah terhapus oleh tanah guna mencegah hilangnya tanda pipa
d) Galian pipa dibawah jalan yang mulai berakhir dijalur pejalan kaki sepadat mungkin berjarak 70 cm dari tepi jalur kendaraan.
e) Pipa diletakkan 80 cm dibawah permukaan jalan.
f) Bagian dalam pipa harus tetap bersih sebelum maupun setelah penarikan kabel, untuk lebih jelas dapat dilihat pada gambar terlampir.

2) Tiang Lampu Pengatur Lalu Lintas
Sebelum pemasangan tiang harus dicat terlebih dahulu dengan cat menie besi dengan Cara Pemasangan adalah
a) Tiang alat pemberi isyarat lalu lintas dipasang dengan jarak terlampir.
b) Tiang pemberi isyarat lalu lintas dipasang dengan jarak 100 cm dari permukaan pembelokan tepi jalan seperti gambar terlampir.
c) Ukuran standar tiang dan pondasi selengkapnya sesuai dengan gambar terlampir.
d) Untuk berbagai keadaan jalan, pemasangan tiang alat pemberi isyarat lalu lintas seperti gambat terlampir.

3) Rumah Perangkat Kendali Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas
Rumah perangkat kendali alat pemberi isyarat lalu lintas dipasang diatas bantalan beton tak bertulang dan berongga dengan penyangga kerangka besi sebagai berikut :
a) Bantalan beton kurang lebih setara dengan Beton Mutu K-175 atau dengan kata lain mempunyai kuat tekan 175kg/cm2
b) Lebar, panjang, dan dalam dari bantalan beton yang berada di dalam tanah masing-masing adalah 30, 60 dan 70 cm dari permukaan tanah.
c) Tinggi dari bantalan beton yang berada dari atas permukaan tanah 50 cm atau harus lebih tinggi dari ketinggian air banjir didaerah itu, hali ini untuk mencegah kerusakan perangkat kendali yang disebabkan dari masuknya air banjir ke rumah perangkat kendali Lampu Pengatur Lalu Lintas.
d) Bantalan beton dilapisi dengan lempengan beton ukuran 35, 80 dan 5 cm masing masing untuk lebar, panjang dan tinggi.
e) Dibawah alas beton diberi lapisan pasir halus yang telah disaring setena; 25 cm.
f) Rongga bantalan mempunyai ukuran panjang dan lebar masing masing 50 dan 10 cm sedang tingginya tergantung tinggi bantalan beton tersebut.
g) Rongga adalah tempat kabel-kabel yang dari dan ke alat kendali pemberi isyarat lalu lintas dan diisi dengan pasir yang sudah disaring.
h) Ukuran ukuran selengkapnya dari rumah kendali alat pemberi isyarat lalu lintas adalah seperti lampiran spesifikasi teknis ini.

4) Patok Pengaman
a) Patok pengaman diletakkan 50 cm dari tiang alat pemberi isyarat lalu lintas atau perangkat kendali alat pemberi isyarat lalu lintas dengan sedemikian rupa sehingga tiang alat pemberi isyarat lalu lintas aman dari kendaraan yang oleh sebab keluar dari jalur kendaraan.
b) Jumlah patok pengaman paling sedikit 3 (tiga) buah untuk setiap alat pemberi isyarat lalu lintas.

5) Lampu Aspek
Dalam pemasangan lampu aspek agar tidak menyimpang dari Surat Keputusan Mentri Perhubungan Nomor KM. 62 Tahun 1993, dengan ketentuan sebagai berikut :
a) Disusun berderet dari atas kebawah dengan urutan warna merah, kuning dan hijau untuk lampu isyarat kendaraan atau horizontal maka lampu disusun dari kiri ke kanan menurut arah lalu lintas dengan urutan merah, kuning dan hijau dan urutan warna merah dan hijau untuk lampu isyarat pejalan kaki
b) Lampu panah untuk belok pada dasarnya adalah tambahan, untuk itu selalu dipasang berdampingan dengan lampu lurus dan peletakkannya sedimikian rupa sehingga lebih mencolok kedepan daripada lampu lurusnya yang akan mudah terlihat.

6) Kabel tanah
a) Kabel diletakkan didalam pipa pelindung kabel yang ditanam 80 cm dibawah permukaan jalan tanah.
b) Kabel tenaga dan kabel untuk isyarat harus diletakkan didalam yang terpisah untuk mencegah interferensi
c) Selain sebagai overhead lampu aspek sebagai tambahan dapat juga dipasang di sebrang ujung kaki persimpangan.
d) Kabel yang diletakkan didalam pipa pelindung mengambil tempat tidak boleh lebih dari 70 % seluruh luas pipa bagian dalam.
e) Ditempat-tempat yang diperlukan seperti tempat sambungan dan terminal agar kabel dilebihkan kurang lebih 50 cm.
f) Kabel harus diberi tanda pada tempat seperti
(1) Kedua ujung kabel
(2) Sambung kabel
(3) Kabel untuk disambung pada peralatan
(4) Kedua ujung dari pipa pelindung
g) Diatas pipa pelindung kabel diberi tanda batu bata merah dengan jarak 5 cm dari pipa pelindungkabel yang dipasang melintang, untuk mencegah kerusakan pipa pelindung bila ada penggalian susulan dan sebagai peringatan penggali, bahwa dibawah batu bata merah ada kabel
h) Tidak diperkenankan menyambung kabel didalam tanah, terutama dibawah tanah.

7) Kabel tenaga dipasang sebagai Toever dari jaringan distribusi PLN yang terdekat, bila diperlukan pemasangan.

8) Pada tiang alat pemberi isyarat lalu lintas dibubuhi Sticker perlengkapan jalan tulisan sumber pendanaan, tahun anggaran dan isi pasal 275 UU Nomor 22/2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, contoh gambar sticker terlampir, dengan posisi mudah terlihat.

Pemasangan Pagar Pengaman Jalan

Pemasangan Pagar Pengaman Jalan
a. Pemasangan Tiang Penyangga
1) Pembuatan lubang pondasi kedalaman dan dasar lubangnya disesuaikan dengan gambar (1.145 x 600 x 600) mm;
2) Pada bagian tiang yang tertanam ditanah harus dipasang angkur paling sedikit 3 (tiga) buah;
3) Untuk melindungi tiang dari kemungkinan turun, dasar lubang harus dikeraskan dengan lapisan pasir padat minimal setebal 100 mm;
4) Tiang penyangga harus dipasang pada posisi tegak lurus;
5) Lubang dicor dengan Pondasi beton kurang lebih setara dengan Beton Mutu K-175 atau dengan kata lain mempunyai kuat tekan 175kg/cm2
6) Tanah di pinggir pondasi dipadatkan dengan alat pemadat (Stamper)
7) Bagian pondasi yang menonjol diatas permukaan tanah 100 mm.
Pemasangan tiang penyangga merupakan pekerjaan pemasangan pagar pengaman yang harus dilakukan secara cermat dan teliti, untuk itu perlu pemeriksaan ketinggian dan jarak sampai akurasi 10mm (1cm).

b. Pemasangan lempengan besi
1) Lempengan besi direntangkan antara 3 (tiga) tiang dan lubang tempat penyambungan diletakan sesuai dengan pemasangannya.Bila menggunakan besi siku penyambung (bracket), besi ini diletakan pada tempatnya;
2) Setiap 2 (dua) lempengan besi yang berdampingan diikat pada satu tiang dengan menggunakan baut dan mur yang sesuai untuk pengaman baut dapat dibengkokkan atau dilas;
3) Apabila pada kondisi dimana penempatan pagar pengaman jalan menikung agar menggunakan lempengan besi (Beam) yang melengkung untuk memudahkan pengikatan lempengan besi (beam) pada tiang (post) yang dikombinasiokan dengan pemasangan rambu “Chevron” disesuaikan dengan bentuk tikungan.
4) Semua baut yang terpasang harus dimatikan sehingga tidak bisa lepas.

c. Pada kedua ujung pagar pengaman jalan dapat dilekukan sampai permukaan tanah atau diberi pengaman untuk keselamatan pemakai jalan.

d.Pemeriksaan Akhir
1) Kekuatan berdirinya tiang penyangga
2) Ketepatan penyambungan antara lempeng besi dengan lempengan besi atau lempengan besi dengan lengan lempengan besi (Sleeve Beam)

5. Umur Teknis Pagar Pengaman Selama 5 Tahun

2020 - Copyright Foto Dimiliki Website PAKUMARKAJALAN.com

×

Hello!

Click one of our representatives below to chat on WhatsApp or send us an email to admin@pakumarkajalan.com

× How can I help you?